Advertisement
Karawang, Javanesia News – Sosok Akbp Purnawirawan H. Darma Yana menjadi perbincangan warga setelah sejumlah orang mengaku terbantu melalui pengobatan tradisional yang ia lakukan di kediamannya. Meski berstatus pensiunan perwira Polri, kesehariannya jauh dari citra pejabat. Penampilannya sederhana, tutur katanya lembut, dan rumahnya terbuka bagi siapa saja yang datang meminta bantuan.
Cerita itu disampaikan H. Yana kepada salah satu warga asal Compreng, Subang, yang mendatangi rumahnya pada pertengahan Mei 2025. Sang warga mengaku membawa ayahnya yang sudah hampir enam bulan mengeluhkan sakit pada kaki dan belum sembuh meski telah berobat ke rumah sakit. Atas saran kerabat, ia mencoba mencari bantuan ke kediaman H. Darma Yana.
Saat bertemu, H. Darma Yana menyambut dengan ramah. Ia menanyakan asal dan keluhan pasien sebelum merespons dengan rendah hati. “Saya orang bodo, engga bisa apa-apa. Kenapa datang ke saya? Insya Allah kalau Allah meridhoi, mudah-mudahan doa saya dikabul,” ujarnya saat itu.
Pengobatan dilakukan pada malam harinya di rumah pasien. H. Darma Yana memulai dengan zikir, lalu memanjatkan doa sambil melakukan gerakan pada kaki pasien. Setelah diberi air doa, pasien diminta menggerakkan kaki. Menurut penutur cerita, rasa sakit yang dialami ayahnya berkurang setelah proses tersebut. “Alhamdulillah saat itu juga sembuh, bisa hilang rasa sakitnya,” katanya.
Keunikan lain yang menjadi perhatian adalah sarana yang digunakan hanya berupa rebusan singkong dan ubi. Ketika ditanya mengenai penyebab penyakit dan metode yang digunakan, H. Darma Yana menjawab singkat bahwa hanya Allah yang Maha Mengetahui, dan ia bersyukur jika doa dikabulkan.
Menurut warga sekitar, kediaman H. Darma Yana memang kerap dikunjungi berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga pejabat. Permintaan bantuan yang disampaikan beragam, mulai dari urusan usaha, jodoh, hingga penjualan tanah dan rumah. Meski begitu, H. Darma Yana tetap dikenal sebagai sosok yang sederhana dan tidak mengaitkan praktiknya dengan imbalan.
Cerita ini menjadi gambaran bagaimana seorang purnawirawan polisi memilih jalur pengabdian sosial di luar institusi dengan cara yang berbeda. Hingga kini, H. Darma Yana belum pernah membuat pernyataan resmi terkait praktik yang dilakukannya.
Editing : Aa Alfin
