Iklan

lisensi

Senin, 10 Agustus 2026, Agustus 10, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-10T08:44:35Z
HUKRIMKARAWANGNASIONALPEMERINTAHAN

16 Peserta Lolos Sertifikasi BNSP, 3 Orang Langsung Diterima Kerja di Industri

Advertisement
PT Dunia Alfinkuy Media

KARAWANG, Javanesia News – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten Karawang menyerahkan sertifikat kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi BNSP kepada 16 peserta program pemagangan. Program ini merupakan hasil kolaborasi Disnakertrans Karawang bersama PT Nestle Indonesia dan Universitas Pendidikan Indonesia UPI Bandung.

Penyerahan sertifikat berlangsung sebagai bentuk apresiasi kepada peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dan dinyatakan kompeten sesuai standar industri. Dari total peserta, 3 orang di antaranya telah lebih dulu diterima bekerja di perusahaan.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Karawang menyampaikan, program pemagangan ini dirancang untuk menjembatani kebutuhan industri dengan kesiapan tenaga kerja lokal. Sertifikasi BNSP menjadi bukti bahwa peserta memiliki kompetensi yang diakui secara nasional.

“Alhamdulillah, 16 peserta telah menyelesaikan pelatihan dan lulus uji kompetensi BNSP. Ini artinya mereka siap bersaing di dunia kerja. Kabar baiknya, 3 peserta sudah diterima bekerja. Ini bukti nyata kolaborasi bisa melahirkan lapangan kerja,” ujar Kepala Disnakertrans.

Ia menegaskan, sertifikat kompetensi bukan sekadar dokumen. Sertifikat ini menjadi bekal penting bagi para peserta untuk meningkatkan daya saing, mengembangkan karier, dan membuka peluang kerja yang lebih luas, baik di perusahaan nasional maupun multinasional.

PT Nestle Indonesia dan UPI Bandung berperan besar dalam program ini. Nestle menyediakan tempat pemagangan dan standar kompetensi industri, sementara UPI Bandung mendukung dari sisi kurikulum, pelatihan, dan uji kompetensi. Sinergi ini dinilai efektif mencetak tenaga kerja yang siap pakai.

“Kami berterima kasih kepada PT Nestle Indonesia dan UPI Bandung yang telah berkolaborasi nyata. Tanpa dukungan industri dan akademisi, program ini tidak akan berjalan. Ini bentuk tanggung jawab bersama dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan kualitas SDM Karawang,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Disnakertrans berkomitmen memperluas program serupa ke perusahaan lain. Ke depan, program pemagangan bersertifikat akan terus digencarkan agar lulusan Karawang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi dan pengalaman kerja.

“Semoga sertifikat ini menjadi langkah awal bagi adik-adik untuk berkarier lebih baik. Pemkab Karawang akan terus membuka akses pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja agar setiap warga punya kesempatan yang sama untuk maju,” pungkasnya.

Dengan adanya 3 peserta yang langsung terserap kerja, program ini menjadi contoh bahwa link and match antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan di daerah.

Editing : Aa Alfin