Iklan

lisensi

Selasa, 15 September 2026, September 15, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-17T06:15:35Z
DAERAHHUKRIMNASIONALOLAHRAGAPEMERINTAHAN karawangPENDIDIKAN

393 Tahun Karawang: Dari Tanah yang Subur, Kita Menjaga Masa Depan

Advertisement


KARAWANG, Javanesia News - 14 September 2026 Jika ada nama yang paling setia disebut bersama Karawang, itu adalah padi. 393 tahun Karawang adalah 393 tahun tentang tanah yang tidak pernah ingkar janji. Tentang lumpur yang dirawat menjadi beras, tentang petani yang merawat harapan dari terbit hingga terbenamnya matahari.

Di hari yang penuh makna ini, sebuah penghormatan datang dari penjaga lumbung itu sendiri. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Drs. Rohman, M.Si., menyampaikan ucapan selamat Milangkala ke-393 untuk Kabupaten Karawang tercinta. Sebuah ucapan yang tumbuh dari tanah.

"Selamat Milangkala ke-393 untuk Karawang. Untuk tanah yang memberi kehidupan, untuk petani yang menjaga keberlangsungan, dan untuk Karawang yang tetap setia sebagai lumbung pangan bangsa," ujar Rohman penuh khidmat.

Bagi Rohman, usia 393 tahun adalah pengingat bahwa Karawang tidak boleh kehilangan jati dirinya. Di tengah gempuran industrialisasi dan modernisasi, sawah adalah nadi. Ia bukan sekadar lanskap, ia adalah identitas, ia adalah kedaulatan, ia adalah masa depan yang harus dijaga dengan cinta dan kebijakan yang berpihak.

Karena itu, Dinas Pertanian memaknai Milangkala tahun ini dengan semangat MOTEKAR. Sebuah filosofi kerja yang dihidupkan: Maju dalam gagasan, Optimis dalam langkah, Tangguh menghadapi tantangan iklim dan zaman, Efektif dalam program, Kolaboratif bersama petani dan semua pihak, Adaptif terhadap teknologi, dan Responsif terhadap kebutuhan di lapangan.

MOTEKAR bukan sekadar akronim, melainkan cara kami mencintai pertanian. Kami ingin petani Karawang naik kelas. Tidak hanya menanam, tapi sejahtera. Tidak hanya panen, tapi berdaya saing. Melalui mekanisasi, digitalisasi pertanian, penguatan korporasi petani, dan perlindungan lahan pangan yang berkelanjutan.

Di usia yang semakin matang ini, Karawang dihadapkan pada tugas besar. Menjaga agar sawah tetap hijau di tengah kota yang tumbuh, menjaga agar regenerasi petani terus lahir, dan menjaga agar beras Karawang tetap menjadi kebanggaan Indonesia.

"Dirgahayu Karawang. Mari kita jaga tanah ini seperti menjaga ibu. Kita rawat dengan kerja yang MOTEKAR, agar dari Karawang, Indonesia tak pernah kekurangan pangan. Dari Karawang, kehidupan terus tumbuh," pungkas Rohman.

Editing : Alfin