Iklan

lisensi

Sabtu, 05 September 2026, September 05, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-05T07:25:01Z
PEMERINTAHANPEMERINTAHAN karawang

Pemkab Karawang Siapkan Rp11,4 Miliar Bangun 3 Sekolah Negeri Baru di 2027

Advertisement

KARAWANG, Javanesia News – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Disdikbud mengalokasikan dana sekitar Rp11,4 miliar untuk membangun tiga Unit Sekolah Baru USB pada tahun 2027. Rencana ini untuk menjawab kebutuhan sarana pendidikan yang terus meningkat.

Tiga sekolah yang diusulkan terdiri dari 1 Sekolah Dasar Negeri dan 2 Sekolah Menengah Pertama Negeri. Lokasinya tersebar di tiga kecamatan. SD Negeri baru akan dibangun di Dawuan, Kecamatan Cikampek. Sementara dua SMP Negeri direncanakan di Kecamatan Telukjambe Timur dan Purwasari.

Kepala Disdikbud Karawang Wawan Setiawan Natakusumah menyebutkan, untuk setiap satu USB dibutuhkan anggaran sekitar Rp3,8 miliar. “Anggarannya sekitar Rp3,8 miliar untuk satu USB. Jadi total untuk tiga sekolah sekitar Rp11,4 miliar,” kata Wawan, Jumat 4 September 2026.

Menurut Wawan, pembangunan sekolah baru tidak bisa ditunda. Pertumbuhan jumlah penduduk membuat kebutuhan ruang kelas semakin mendesak. Di Dawuan misalnya, jumlah anak usia SD terus bertambah. Namun sekolah yang ada tidak bisa dikembangkan karena keterbatasan lahan. “Kita pilih bangun di lokasi baru agar daya tampung bisa bertambah,” jelasnya.

Hal serupa terjadi di jenjang SMP. Jumlah lulusan SD di Telukjambe Timur dan Purwasari tidak sebanding dengan kapasitas SMP Negeri yang tersedia. Akibatnya banyak orang tua terpaksa menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta. “Masyarakat selama ini sangat bergantung pada sekolah swasta. Dengan adanya SMPN baru, beban itu bisa dikurangi,” kata Wawan.

Meski anggaran sudah disiapkan, realisasi pembangunan masih menunggu kepastian lahan. Disdikbud menetapkan syarat lahan berasal dari fasos, fasum, atau hibah khusus pendidikan. Kebutuhan lahan minimal 2.000 meter persegi untuk SD dan 5.000 meter persegi untuk SMP.

Dari tiga titik, baru lahan untuk USB SD di Dawuan yang sudah diserahkan. Sementara lahan untuk SMP di Telukjambe Timur dan Purwasari masih dalam proses pembebasan dan pengurusan administrasi.

Wawan meminta pemerintah kecamatan dan desa segera menuntaskan persoalan lahan di tahun ini. “Makanya kami minta ke camat atau kades soal lahannya agar tahun ini beres. Kalau lahan clear, proses lelang dan pembangunan bisa jalan sesuai target 2027,” tegasnya.

Pemkab menargetkan pembangunan fisik tiga USB bisa dimulai pada 2027. Kehadiran sekolah negeri baru diharapkan memperluas akses pendidikan, mengurangi penumpukan siswa di sekolah eksisting, serta menekan ketergantungan ke sekolah swasta.

Namun Wawan menegaskan, pencairan anggaran Rp11,4 miliar tetap bergantung pada kelengkapan administrasi, kepastian lahan, dan tahapan pengadaan sesuai aturan. “Lahan adalah faktor penentu. Kalau ini selesai tahun ini, maka 2027 tiga sekolah baru bisa kita mulai bangun,” pungkasnya.

Editing : Alfin