Advertisement
KARAWANG, Javanesia News – Calon Kepala Desa Wadas, Abdul Gopur, menggelar silaturahmi dan sosialisasi visi-misi bersama warga di DKM Ulul Azmi, Rabu (21/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara calon kepala desa dan masyarakat, khususnya warga ber-KTP Desa Wadas yang berdomisili di wilayah Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.
Pertemuan berlangsung dengan suasana kekeluargaan dan diisi dengan rangkaian kegiatan mulai dari pembukaan, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sambutan tuan rumah, perkenalan diri serta penyampaian visi dan misi Abdul Gopur, pendalaman materi oleh juru bicara, sesi tanya jawab, hingga ditutup dengan doa bersama.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi Abdul Gopur untuk memperkenalkan gagasan pembangunan Desa Wadas sekaligus mendengarkan langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah pertanyaan mengenai program kerja apabila dirinya memperoleh amanah sebagai kepala desa, mulai dari program 100 hari pertama, pemberdayaan UMKM, penanganan abrasi bantaran sungai, hingga perbaikan infrastruktur jalan.
Salah satu pertanyaan yang mengemuka berkaitan dengan program 100 hari pertama apabila Abdul Gopur terpilih sebagai Kepala Desa Wadas.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Abdul Gopur menyampaikan rencana untuk membuat peraturan desa (Perdes) sebagai salah satu langkah awal dalam menjalankan pemerintahan.
Penyusunan Perdes diharapkan dapat menjadi landasan bagi pelaksanaan program dan tata kelola pemerintahan desa. Substansi serta prioritas Perdes tersebut nantinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, kewenangan desa, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Persoalan pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Warga mempertanyakan bagaimana program yang akan disiapkan untuk mendukung perkembangan UMKM di Desa Wadas.
Abdul Gopur menyampaikan komitmen untuk memberikan bantuan sebesar Rp3 juta per orang tanpa bunga bagi masyarakat melalui program yang ditawarkannya.
Program tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk mengembangkan usaha, menambah modal, serta meningkatkan pendapatan keluarga.
Masyarakat tentu berharap program pemberdayaan UMKM nantinya memiliki mekanisme yang jelas, mulai dari persyaratan penerima, sumber pendanaan, tata cara penyaluran, hingga bentuk pertanggungjawaban, sehingga pelaksanaannya dapat berlangsung secara transparan dan tepat sasaran.
Persoalan abrasi di bantaran Kali Cikalapa, terutama di kawasan perbatasan Desa Wadas dan Desa Sukaluyu, turut menjadi pembahasan dalam sesi tanya jawab.
Warga mengkhawatirkan pengikisan tanah yang berpotensi menyebabkan longsor dan mengancam keselamatan masyarakat di sekitar bantaran sungai. Mereka berharap adanya pembangunan bronjong batu atau penguatan tebing sungai untuk mengurangi risiko tersebut.
Menanggapi persoalan ini, Abdul Gopur menyampaikan rencana untuk mengupayakan penanganan melalui pencarian dukungan anggaran dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), serta sumber pendanaan lain yang memungkinkan.
Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang penanganan abrasi melalui koordinasi dengan pihak terkait. Peninjauan kondisi lapangan, kajian teknis, dan penentuan kewenangan penanganan menjadi tahapan penting agar solusi yang direncanakan sesuai dengan kondisi sungai dan kebutuhan warga.
Selain abrasi, kondisi jalan yang masih berupa tanah juga menjadi aspirasi warga. Infrastruktur jalan dinilai penting untuk menunjang mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, serta memudahkan akses menuju fasilitas umum.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Abdul Gopur menyampaikan komitmen untuk mengaspal jalan yang masih berupa tanah.
Warga berharap rencana tersebut dapat ditindaklanjuti melalui pendataan kondisi jalan, penentuan skala prioritas, serta perencanaan anggaran sesuai kemampuan keuangan desa dan kewenangan pemerintah terkait.
Dalam pemaparan visi dan misinya, Abdul Gopur juga menyampaikan sejumlah komitmen yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Wadas.
Pertama, bantuan beras 5 kilogram untuk setiap kepala keluarga (KK). Program ini ditujukan sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan pokok masyarakat. Pelaksanaannya nantinya perlu disertai kejelasan sumber anggaran, kriteria penerima, dan mekanisme penyaluran.
Kedua, transparansi anggaran desa. Abdul Gopur menjanjikan keterbukaan dalam pengelolaan anggaran agar masyarakat dapat mengetahui program, penggunaan anggaran, dan realisasi pembangunan desa. Transparansi diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Ketiga, layanan gratis bagi warga Desa Wadas yang mencari kerja. Komitmen ini diarahkan untuk membantu masyarakat memperoleh akses terhadap informasi dan kesempatan kerja tanpa dipungut biaya. Program tersebut diharapkan dapat mendukung pencari kerja melalui penyediaan informasi lowongan serta akses yang lebih mudah terhadap peluang pekerjaan.
Kunjungan Abdul Gopur ke DKM Ulul Azmi memperlihatkan pentingnya ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung.
Aspirasi mengenai abrasi, jalan lingkungan, bantuan usaha, kebutuhan pokok, transparansi anggaran, dan kesempatan kerja menjadi sejumlah isu yang mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut.
Bagi warga yang ber-KTP Desa Wadas tetapi berdomisili di Desa Sukaluyu, pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan harapan agar mereka tetap memperoleh perhatian dan akses pelayanan yang layak sebagai bagian dari masyarakat Desa Wadas.
Melalui kegiatan sosialisasi dan tanya jawab tersebut, masyarakat berharap gagasan yang disampaikan dapat diterjemahkan menjadi program yang terukur, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan warga apabila Abdul Gopur memperoleh kepercayaan untuk memimpin Desa Wadas.
Pada akhirnya, pembangunan desa tidak hanya diukur dari janji program, tetapi juga dari kemampuan pemerintah desa dalam menyusun perencanaan, menentukan prioritas, mengelola anggaran secara bertanggung jawab, serta melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembangunan.
Reporter : Syukur
Editing : Alfin
