Advertisement
Musi Rawas Utara, Javanesia News – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Insiden melibatkan bus ALS dan truk tangki pengangkut bahan bakar minyak. Benturan keras menyebabkan kedua kendaraan terbakar hebat di lokasi kejadian dan menimbulkan belasan korban jiwa.
Bus ALS diketahui melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi. Sementara truk tangki BBM datang dari arah berlawanan. Kedua kendaraan adu banteng di ruas Jalinsum yang padat. Api cepat membesar karena muatan BBM, menyulitkan proses evakuasi awal oleh warga.
Kasat Lantas Polres Muratara Rendy mengungkapkan dugaan awal penyebab kecelakaan. “Kendaraan kehilangan kendali setelah menghindari jalan berlubang,” ujar Rendy. Menurutnya, sopir bus diduga tidak mampu mengendalikan kendaraan hingga masuk ke jalur lawan dan bertabrakan dengan truk tangki BBM. “Sopir diindikasikan kehilangan arah dan tidak bisa mengambil jarak rem yang akurat sehingga terjadilah tabrakan ini,” katanya.
Polisi bersama tim gabungan TNI, Damkar, dan relawan mengevakuasi korban di tengah kobaran api. Data sementara, belasan penumpang bus dan sopir truk meninggal di tempat. Korban luka dilarikan ke RSUD Rupit. Identifikasi masih berlangsung karena kondisi sejumlah jenazah hangus terbakar. Jalinsum sempat lumpuh total selama 4 jam untuk pendinginan dan olah TKP.
Tragedi tersebut mendapat sorotan dari anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi. Ia menyampaikan belasungkawa atas insiden yang menewaskan belasan orang tersebut. “Ini adalah musibah yang sangat memprihatinkan. Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban,” ujar Abdul Hadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Politikus Fraksi PKS itu menilai kecelakaan ini menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi nasional. “Kita tidak boleh terus menerus menjadikan kecelakaan sebagai rutinitas berita. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam tata kelola transportasi,” tegasnya. Ia mendesak Kemenhub dan Balai Jalan segera memperbaiki titik rawan berlubang di Jalinsum serta mengetatkan uji kelaikan armada dan jam kerja sopir.
Editing : Alfin
