Advertisement
KARAWANG, Javanesia News – Suasana khidmat sekaligus penuh semangat membakar memadati Briths Hotel, Karawang. Di tengah dinamika sosial yang bergerak cepat, Organisasi Masyarakat Gerakan Militan Pejuang Indonesia GMPI secara resmi menggelar Kongres ke-II pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Mengusung napas perjuangan dan solidaritas tinggi, hajatan besar ini mengukuhkan slogan yang telah mendarah daging di tubuh organisasi: *“Bersaudara Sampai Urat Nadi”*. Slogan tersebut menjadi kompas gerak bagi seluruh kader GMPI di Kabupaten Karawang.
Sebagai salah satu pilar kekuatan sosial di Karawang, tanah yang dikenal sebagai pangkal perjuangan, eksistensi GMPI tidak hanya diukur dari besarnya massa yang digerakkan. Lebih dari itu, organisasi ini diuji dari bagaimana fungsi fundamental kemasyarakatan dijalankan secara nyata di lapangan.
Dalam pandangan modern, peran ormas hari ini telah bergeser. GMPI memposisikan diri sebagai agen kontrol sosial yang konstruktif, jembatan aspirasi masyarakat, dan garda terdepan dalam advokasi. Melalui Kongres ke-II, GMPI merefleksikan tiga peran strategis ke depan.
Pertama, menjadi penyeimbang kebijakan publik yang objektif agar setiap regulasi benar-benar berpihak kepada kesejahteraan rakyat. Kedua, menghilangkan ego sektoral antar-anggota maupun dengan elemen masyarakat lain untuk meredam potensi gesekan di akar rumput. Ketiga, mendorong kader agar aktif dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pengawalan hukum yang berkeadilan.
Kongres ke-II ini menjadi titik krusial bagi kepemimpinan GMPI untuk merumuskan arah gerak organisasi. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, soliditas internal disebut sebagai harga mati.
“Organisasi yang kuat lahir dari ketulusan anggotanya dalam merawat persaudaraan. Hari ini GMPI membuktikan bahwa denyut nadi perjuangan itu masih hidup dan bergemuruh di Karawang,” ujar salah satu pimpinan GMPI dalam forum.
Slogan “Bersaudara Sampai Urat Nadi” bukan sekadar kalimat di atas kertas. Bagi GMPI, slogan itu adalah manifestasi ikatan batin antarkader yang diuji dalam kesetiakawanan sosial, baik dalam suka maupun duka.
Selain agenda utama kongres, peringatan hari jadi dan pergerakan sosial di Karawang juga diramaikan berbagai kegiatan. Salah satunya semarak perayaan HUT ke-5 elemen sosial kemasyarakatan yang dipusatkan di Lapang Karangpawitan. Kegiatan itu menjadi ruang ekspresi kebersamaan warga di ruang publik.
Dengan selesainya Kongres ke-II, GMPI menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai organisasi masyarakat yang solutif, mengawal kepentingan rakyat, dan menjaga keutuhan sosial di Kabupaten Karawang.
Editing : Alfin
